Halaman Depan > Berita > PWEP OKAYAMA
PWEP OKAYAMA
Rani Sauriasari, 2009-08-02
http://wgtt.org
http://arifkurniawan.net/2009/08/pwep-okayama-2-agustus-2009
Pada tanggal 2 Agustus 2009 Working Group for Technology Transfer (WGTT) bekerjasama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Komsat Okayama mengadakan PelatihanWirausaha dan Edukasi Perbankan (PWEP) yang ke-15 (2008-2009). PWEP ini bertempat di salah satu aula kampus Universitas Okayama dan tidak kurang dari 150 orang peserta (sebagian besar terdiri dari trainee Indonesia atau yang dalam Bahasa jepang dikenal dengan istilah kenshusei) datang dari berbagai daerah di Okayama, Hyogo, Hiroshima sampai Shikoku Prefecture.
Peserta terlihat sangat bersemangat dan antusias mengikuti acara berlangsungpada pukul 09:30 sampai pukul 17:30 JST (Japan Standard Time) dan tidak terlihat sedikitpun kelelahan pada raut wajah para peserta. Dalam kesempatan itu juga hadir undangan dari KJRI Osaka, BI Tokyo, BNI Tokyo, Garuda Indonesia, KDDI dan IMM Japan cabang Hiroshima.
Diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh para perwakilan lembaga tersebut, materi inti pelatihan ini dimulai dengan judul "Wirausaha: Mimpi, Strategi dan Aksi" yang dipresentasikan oleh Nelfa Desmira, WGTT. Penekanan ditujukan pada pentingnya berwirausaha dan persiapan modal yang bisa dimulai dari apa yang dimiliki saat ini. Pada umumnya strategi pemasaran adalah bagian tersulit dalam pengembangan usaha, imbuhnya dalam seminar tersebut.
Materi selanjutnya bertema tentang "Manajemen Keuangan dan Proses Pengajuan Kredit Usaha ke Bank", disampaikan oleh Firman Wibowo, GM BNI Tokyo. Pembeicara menjelaskan bahwa sebenarnya pengajuan kredit ke Bank relatif mudah. Disamping itu, yang perlu diperhatikan adalah bank akan mengadakan observasi sebelum dana pinjaman dikucurkan untuk memastikan kebenaran dari proposal tersebut Manajemen keuangan juga merupakan hal pokok yang harus diketahui oleh para wirausahawan yang meliputi positif cashflow, investasi, pengelolaan modal dan proposal usaha, demikian dalam diskusi yang disampaikan oleh Wahyu Purwandakadari BNI Tokyo. BNI sebagai salah satu bank tercesar di Indonesia berkomitmen untuk membantu para kenshusei nanti dalam berwirausaha.
Tidak kalah menarik adalah materi yang disampaikan oleh Riza Perdana Kusuma, Garuda Indonesia dengan strategi marketingnya. Bisa dikatakan berhasil atau tidaknya usaha tersebut tergantung pada marketing dan perlunya ada pemasaran yang tersu berkembang, terutama pada loyalitas, skill, stamina, spirit of success, seni, kejujuran dll, merupakan hal yang sangat ditekankan oleh pembicara. Jika hal tersebut belum dimiliki "Ojo ngimpi yo Mas usahane sampeyan iso mlaku (Jangan bermimpi usaha anda dapat berjalan)" guyonya kepada para peserta. Selanjutnya dalam marketing yang sederhana, hal-hal seperti promosi, harga, produk, tempat, kemasan, kenalan dan janji jelas harus menjadi prioritas utama apabila ingin terus bersaing dalam dunia wirausaha. Dalam kesempatan itu juga terdapat quesioner untuk mengecek tingkat kepercayaan diri peserta dalam berwirausaha dengan diberikannya 100 pertanyaan.
Para peserta kian bersemangat dan antusias takala Arif Kurniawan yang juga alumni kenshusei menceritakan sepak terjangnya dalam perjalanannya menjadi wirausahawan. Memang tidak mudah, tetapi apabila tidak pernah mencoba maka tidak akan mengenal kata gagal dalam berusaha, sedangkan kesuksesan sendiri merupakan pengulangan dari kegagalan-kegagalan sebelumnya. Hidup adalah pilihan, terangnya dengan semangat dan penuh antusias.
Tidak ketinggalan, Bobsy Arief Kurniawan yang kini memiliki beberapa usaha kecil di tanah air, seperti penggemukan sapi, bengkel sepeda motor, rental komputer dll semakin meyakinkan peserta bahwa suatu usaha tidaklah harus dimulai dengan modal yang besar melainkan kejelian dalam membaca peluang merupakan modal utama dalam memulai.
Sebagai penguatan pemahaman dalam pelatihan ini, General Manager WGTT, Dodik Kurniawan memimpin group discussion dengan tema "Penentuan Jenis Usaha dengan Metode Kerangka Ikan (Modal, Minat, Potensi Pasar, Wacana/Ilmu). Seluruh peserta terlibat dalam pengelompokan dan berdiskusi perihal rencana usaha yang layak untuk dimulai. Masing-masing ketua kelompok dari peserta kemudian diberikan waktu untuk mempresentasikan hasil kesepakatan jenis usaha dan strategi teknis serta pendanaannya.
Tidak ketinggalan, pada akhir acara dilakukan doorprize dengan hadiah puluhan kaos, cindera mata dan juga iPod persembahan dari KDDI. Hanya peserta yang mengikuti sampai akhir acara diberikan sertifikat kelulusan.
Setelah mengikuti pelatihan ini para kenshusei diharapkan mampu melihat gambaran kedepan dan apa yang harus dilakukan seselesainya menjadi kenshusei dan kembali ke tanah air, diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk mulai berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja.
(Mustofa Rifki, Fauzi Ammary, Dodik Kurniawan)